NAMA           : ERMA JOHAR

NIM                : A1C118031

KELAS          : R-003

 

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ANORGANIK I

“EKSTRAKSI TEMBAGA”

 

Tembaga secara alami terdapat di dalam lapisan kulit bumi dalam berbagai bentuk seperti sulfida (chalcopyrite, bornite, chalcosite, covellite), dalam bentuk karbonat (azurite dan malachite), dalam bentuk silikat (chrysycolla dan dioptase) dan juga sebagai tembaga murni. Kebanyakan tembaga ditambang atau diekstraksi dalam bentuk tembaga sulfida dari tambang terbuka atau deposit.


Sifat kimia dari tembaga :

1)      Tembaga merupakan unsur yang relatif tidak reaktif sehingga tahan terhadap korosi. 

2)      Pada udara yang lembab, permukaan tembaga ditutupi oleh suatu lapisan yang berwarna hijau yang menarik dari tembaga karbonat basa, Cu(OH)2CO3. 

3)      Pada suhu sekitar 300°C tembaga dapat bereaksi dengan oksigen membentuk CuO yang berwarna hitam. Sedangkan pada suhu yang lebih tinggi, sekitar 1.000°C, akan terbentuk tembaga (I) oksida (Cu2O) yang berwarna merah. 

4)      Tembaga tidak diserang oleh air atau uap air dan asam-asam non-oksidator encerseperti HCl encer dan H2SO4 encer, tetapi HCl pekat dan mendidih menyerang logamtembaga dan membebaskan gas hidrogen. 

5)      Tembaga tidak bereaksi dengan alkali, tetapi larut dalam amonia oleh adanya udara membentuk larutan yang berwarna biru dari kompleks Cu(NH3)4+. 

6)      Tembaga panas dapat bereaksi dengan uap belerang dan halogen. Bereaksi dengan belerang membentuk tembaga (I) sulfida dan tembaga (II) sulfida dan untuk reaksi dengan halogen membentuk tembaga (I) klorida.

Sifat fisika dari tembaga :

1)      Tembaga memiliki warna kuning kemerah-merahan. 

2)      Unsur ini sangat mudah dibentuk, lunak, sehingga mudah dibentuk menjadi pipa, lembaran tipis, kawat. 

3)      Bersifat sebagai konduktor panas dan listrik yang bagus untuk aliran elektron. 

4)      Tembaga bersifat keras bila tidak murni.

5)      Memiliki titik leleh pada 1.084,62 °C, sedangkan titik didih pada 2.562 °C.

Tembaga yang dihasilkan melalui ekstraksi dari bijih sulfide masih belum murni. Pertama, tembaga tembaga tersebut dibersihkan dari belerang yang tersisa. Kemudian dipasang dianoda untuk tujuan pemurnian dengan elektrolisis. Pemurnian menggunakan elektrolit tembaga (II) sulfat, tembaga kotor sebagai anoda, dan batang tembaga murni sebagai katoda. Pada katoda, ion tembaga(II) diubah menjadai tembaga.

Cu2+ + 2 e- è Cu (s)

Pada anoda, tembaga diubah menjadi larutan sebagai ion tembaga (II).

Cu(s) è Cu2+ + 2 e-

Pengotor pada anoda akan terlucuti menjadi lumpur anoda. Sedangkan katoda akan habis menjadi ion tembaga (II), yang selanjutnya akan diubah menjadi tembaga murni pada anoda.

Logam tembaga ini umumnya diperoleh dari bijinya dengan jalan elektrolisis dari bijinya yang telah mengalami pemekaran atau flotasi. di laboratorium logam tembaga ini dapat dibuat dengan jalannya mereduksi ion dalam larutan dengan menggunakan logam logam lain yang lebih negatif harga potensial reduksi standar sebagai reduktor . Dengan kata lain logam yang digunakan untuk mereduksi ion tembaga dari larutan nya adalah logam - logam yang berada di sebelah kiri hidrogen (H) dalam deret volta. Salah satu logam tersebut yang efektif digunakan adalah logam seng (Zn). Seng adalah logam yang lebih aktif dari tembaga (Cu) dan dapat menggantikan ion tembaga (II) dari larutannya. Tembaga yang dihasilkan dengan cara ini dipisahkan dengan cara cepat dan bagus dari larutan..

 

Komentar