NAMA : ERMA JOHAR
NIM : A1C118031
KELAS : R-003
LAPORAN
PRAKTIKUM KIMIA ANORGANIK I
“GARAM
RANGKAP DAN KOMPLEKS TEMBAGA”
Suatu garam yang terbentuk melalui kristalisasi dari campuran sejumlah ekivalen dua atau lebih garam tertentu disebut garam rangkap. Sedangkan garam-garam yang mengandung ion-ion kompleks dikenal sebagai senyawa koordinasi atau garam kompleks. Garam kompleks ini berbeda dengan garam rangkap. Garam rangkap terbentuk dari dua garam yang mengkristal secara bersama-sama dalam perbandingan molekul tertentu. Garam-garam ini memiliki struktur tersendiri dan tidak harus sama dengan struktur garam komponennya.
Garam rangkap memiliki struktur molekul lebih panjang dibandingkan dengan struktur garam kompleks. Larutan garam rangkap merupakan campuran berupa ion sederhana yang akan mengion bila dilarutkan lagi. Jelas berbeda dengan garam kompleks yang menghasilkan ion kompleks apabila dalam bentuk larutan
Kristal CuSO4.5H2O merupakan salah satu bahan yang banyak dibutuhkan di industri. Pemanfaatan dari CuSO4.5H2O ini sangat luas. Diantaranya yaitu sebagai fungisida yang merupakan pestisida yang secara spesifik membunuh atau menghambat cendawan akibat penyakit, reagen analisa kimia, sintesis senyawa organik, pelapisan anti fokling pada kapal, sebagai kabel tembaga, elektromagnet, papan sirkuit, solder bebas timbal, dan magneton dalam oven microwave. Kristal CuSO4.5H2O berupa padatan kristal biru ini dapat dibuat dengan mereaksikan tembaga dengan asam sulfat dan asam nitrat yang kemudian dipanaskan dan hingga terbentuk kristal. Tembaga banyak digunakan pada berbagai barang elektronik, misalnya kabel, kumparan, dan lain-lain. Logam tembaga pada barang-barang tersebut mengandung kadar tembaga yang cukup tinggi. Pembuatan garam rangkap Tembaga (II) amonium sulfat hidrat, dengan melarutkan kristal CusO.5H, 0 dan Kristal (NH) 2 SO, dalam aquadest menghasilkan larutan yang berwarna biru muda. Lalu dipanaskan agar kristal dapat melarut dan proses reaksi dapat dipercepat kesembuhan. Larutan dibiarkan menjadi dingin pada suhu kamar sampai terbentuk kristal. Kemudian kristal disaring untuk kristal kristal dari larutannya. Kristal yang diperoleh dikeringkan agar air yang masih ada pada kristal menguap sehingga diperoleh kristal yang betul-betul kering. Setelah ditimbang, diperoleh berat kristal 6,1 gram.
Garam ammonium sulfat
dapat terperangkap dalam pori zeolit dalam bentuk (NH4)2.Ca(SO4)2. Impreknasi
zeolit dalam larutan garam ammonium sulfat seperti yang dilakukan dimaksudkan
agar garam ammonium sulfat terdispersi ke seluruh bagian struktur pori dan
saluran zeolit secara merata, masuknya garam ammonium sulfat ke seluruh bagian
pori zeolit dapat terjadi dengan proses adsorbsi,.difusi maupun migrasi.
Penggunaan reaktan ammonium sulfat yang berlebihan akan bergabung dengan garan
yang terbentuk yaitu CaSO4 membentuk garam rangkap (NH4)2Ca(SO4)2,
sedangkan garam (NH4)2Ca(SO4)2 yang ada di alam dikenal sebagai koktait. Ion
ammoniuum (NH4+) sering ditemukan dalam level rendah dang tinggi (ppm) di
air sebagai hasil polusi dari pembuangan air kecil manusia. Untuk kesehatan
manusia, makanan yang terkontaminasi ammonium akan menyebabkan korosi pada
dinding mulut, esofagus, dan perut. Ion (NH4+) dalam darah merupakan indikator
kuat dari ketidaknormalan homositas nitrogen yang menunjukan kerusakan hati. Pembuatan
garam ini, larutan amonia yang berfungsi sebagai penyedia ligan, dengan Kristal
CuSO, 5H; O yang berfungsi sebagai penyedia atom pusat, diencerkan dengan
aquadest dimana H20 ini sebagai pengkompleks Cu2 * yang kemudian ligan
H20 ini diganti oleh NH3 karena NHz sebagai ligan kuat yang dapat kedekatan
ligan netral H20 sehingga warnanya berubah dari biru menjadi biru tua.
Ditambahkan etil alkohol setetes demi tetes agar alkohol tidak bercampur dengan
larutan, melainkan dapat menutupi larutan. Karena jika tercampur, etil
alkohol dapat bereaksi dengan atom pusat Cu * membentuk Cu (OH) 2.
Reaksinya: Cu² + Adapun fungsi etil alkohol yaitu mencegah pelaksanaan
penguapan pada 20H Cu (OH) 2 amonia, karena hubungan amonia menguap, maka ligan
akan habis sebab amonia merupakan penyedia ligan. Didinginkan pada es
batu agar proses pemesanan kristal lebih cepat, kemudian disaring untuk
kristalisasi dari larutannya. Setelah itu kristal dengan amonia hidroksi
untuk mempermantap ligan dan alkohol untuk mengikat udara. Kemudian
kristal dikeringkan dan ditimbang diperoleh berat Kristal 4,54 gram
Komentar
Posting Komentar